Jelang Lebaran 2026, Jarak Aman Ajak Pemudik Tekan Fatalitas Kecelakaan 

banner 468x60
Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menggelar diskusi Berkendara Aman dan Selamat, Jakarta (10/3).

Otoholic — Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menggelar diskusi Berkendara Aman dan Selamat, mengajak partisipasi publik dalam menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas, khususnya para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.

Koordinator Jarak Aman, Edo Rusyanto, dalam paparannya mengatakan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan, kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Karena itu, kesadaran pemudik dalam berkendara aman perlu terus ditingkatkan.

“Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan. Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” papar Edo Rusyanto, di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Edo, partisipasi publik memiliki peran penting untuk menekan jumlah kasus maupun korban kecelakaan. Hal itu dapat dilakukan dengan memahami potensi risiko saat berkendara serta menerapkan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan aman.

“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara,” saran Edo.

Ia menambahkan, penurunan jumlah kecelakaan dan korban jiwa selama mudik Lebaran 2025 tidak hanya dipengaruhi oleh sinergi para pemangku kepentingan keselamatan jalan, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkendara dengan aman.

“Mengutip data periode Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025, kasus kecelakaan selama periode itu turun sekitar 31 persen, sedangkan fatalitas atau korban meninggal dunia turun 53 persen,” terang Edo Rusyanto.

Berdasarkan data Operasi Ketupat 2025, tercatat sebanyak 3.181 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 787 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC) Lilik Andi Baryono mengingatkan, bahwa kecelakaan dapat menimbulkan berbagai kerugian, mulai dari kesehatan hingga masa depan seseorang.

“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu, penyebab umum kecelakaan adalah soal gagalnya antisipasi saat berkendara,” ujar Lilik.

Dia menjelaskan, kegagalan mengantisipasi situasi di jalan kerap dipicu oleh kondisi pengemudi yang kelelahan. Oleh karena itu, pengemudi disarankan beristirahat sekitar 15–20 menit setiap dua jam perjalanan.

“Selain itu, hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak konsumsi air putih,” tambah Lilik.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan peragaan dan penayangan video safety riding, serta tips dan trik dalam berkendara sekaligus tehnik dasar pemeriksaan keamanan kendaraan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *